REUNI BUS KLASIK : Berkumpul, Mengenang dan Bersenang-senang

REUNI BUS KLASIK Berkumpul, Mengenang dan Bersenang-senang "Dalam cat...

Manunggal Ing Jiwo

Manunggal Ing Jiwo Seorang pelaku dunia usaha transportasi bus pernah ...

Satu Trip Dua SR-1 Terlampaui (Bagian 1)

Satu Trip Dua SR-1 Terlampaui (Bagian 1) Tak lebih dari satu jam menunggu,...

  • REUNI BUS KLASIK : Berkumpul, Mengenang dan Bersenang-senang

    Monday, 04 April 2011 16:54
  • Manunggal Ing Jiwo

    Friday, 15 April 2011 01:16
  • Satu Trip Dua SR-1 Terlampaui (Bagian 1)

    Sunday, 08 May 2011 08:11
REUNI BUS KLASIK
Berkumpul, Mengenang dan Bersenang-senang
"Dalam catatan sejarah transportasi kota Jakarta, perkembangan sistem transportasi yang tertata dimulai di tahun 1960-an"

ppdTepat pukul 8.20, Sabtu, (26/03/11) Jakarta Bus Society memulai perjalanan REUNI BUS KLASIK. Acara REUNI BUS KLASIK sejatinya kumpul-kumpul bus lawas yang melibatkan pemilik bus pemilik PO bus, karoseri, ATPM dan penggemar bus. REUNI BUS KLASIK diikuti bus-bus keluaran tahun 1973 hingga 1991.

REUNI BUS KLASIK ini terselenggara berkat kerjasama penggemar bus Jakarta yang tergabung dalam Jakarta Bus Society, ASKARINDO, PT Global Expo Management – penyelenggara Pameran Bus dan Truk Internasional, serta dukungan penuh PT. Mercedes-Benz Indonesia. Tiga karoseri, yakni Rahayu Santosa, Laksana dan Adiputro pun ikut terlibat.

banteng putihAcara diawali dengan konvoi 13 bus yang terdiri dari 10 bus peserta dan 3 bus pendukung. Konvoi bus mengambil start di Parkir Timur Gelora Bung Karo Jakarta, melewati rute Semanggi – Gatot Subroto – MT Haryono – Cawang – DI Panjaitan – Ahmad Yani – Pramuka – Salemba – Kramat – Senen – Gunung Sahari – Angkasa dan berakhir di JIEXPO Kemayoran, tempat penyelenggaraan pameran bus dan truk Internasional (IIBT).

Sepanjang perjalanan, iring-iringan bus mendapat perhatian masyarakat. Wajar karena bus milik PPD keluaran tahun 1973 ada di urutan terdepan, diikuti bus Safari (tanpa kaca tanpa pintu) keluaran tahun 1982 yang pernah digunakan mantan Presiden Suharto di Taman Mini Indonesia Indah. Iring-iringan bus sengaja diurut berdasar tahun pembuatan chasis agar mudah dikenali masyarakat.

Selain dua bus tadi, ada bus DAMRI angkutan kota Bandung dengan rute Cicaheum – Leuwipanjang damri bdgkeluaran tahun 1988, bus PO Raya keluaran tahun 1987, bus Desiana keluaran tahun 1988, bus semi Caravan milik Alegra wisata tahun 1989. Bus milik seorang penggemar bus pun ikut dalam acara ini. Bus berkelir putih keluaran 1991 dipertahankan bentuk aslinya. Dan dua bua terakhir adalah bus DPR yang masih setia melayani anggota DPR, masing-masing keluaran tahun 1991 dan 1993.

Seluruh bus yang ikut dalam acara ini masih beroperasi hingga kini. Setiap bus memiliki keunikan tersendiri. Bus PO Raya misalnya meski terbilang uzur namun masih melayani angkutan penumpang Jakarta – Solo. Tentunya dengan perawatan yang prima. Demikian juga dengan Desiana wisata, bus ini dimodifikasi oleh pemiliknya sehingga tampil ‘baru’. Dilengkapi fitur airsupensi kelauran tahun 2010, turbo dan seperangkat fitur yang menjamin kenyamanan penumpang.

Sementara bus Alegra Wisata masih mengandalkan keasliannya. Dengan kursi yg bisa diputar 360 derajat, penumpang bisa mengatur posisi duduk. Tak ketinggalan mini bar dan toliet melengkapi bus ini. Bus koleksi pribadi dan dua bus DPR tampil elegan dengan kondisi nyaris sama sejak saat dibeli. Interior asli buatan German Motor Manufacturing (sekarang PT. Mercedes-Benz Indonesia) masih terawat rapi di ketiga bus ini.

diskusiSetibanya di arena Pameran Bus dan Truk Internasional di JIEXPO Kemayoran, bus berjajar rapai mengelilingi tenda tamu undangan. Maksudnya agar lebih mendekatkan bus dan para tamu yang hadir. Dimulainya acara ini ditandai denganupacara yang sederhana dengan membunyikan klakson bus-bus peserta, yang dipimpin oleh CEO PT. Mercedes-Benz Indonesia Rudi Borgenheimer.

Acara REUNI BUS KLASIK ini digelar untuk mengingatkan masyarakat tentang arti bus. Bus tidak hanya sekedar alat transportasi belaka. REUNI BUS KLASIK hadir untuk mengingatkan sekelumit sejarah bus ditengah-tengah masyarakat. Bahwa keberadaan bus sesungguhnya mengikuti perkembangan sejarah masyarakat.

Karena itu Jakarta Bus Society juga menggelar diskusi ringan tentang bus lawas dalam acara ini. Hadir sebagai pembicara Yuniadi Hartono Vice President Marketing Mercedes-Benz Indonesia, Giri Suseno mantan Menteri Perhubungan dan Boy Novianto pemilik bus Desiana.

Dari diksusi ini terungkap, bahwa kehadiran Mercedes-Benz di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sejarahbus tmii transportasi Indonesia. “Dahulu kami mengadakan kajian untuk menyusun moda transportasi darat. Dan dengan alasan ketersediaan unit dan kualitasnya kami memilih Mercedes-Benz,” ujar Giri Suseno, mantan Sekretaris Ditjen Perhubungan Darat tahun 1973 yang terlibat langsung dalam kajian transportasi Indonesia.

Yuniadi Hartono sendiri mengakui, customer terbesar sepanjang sejarah bus Mercedes-Benz di Indonesia adalah pemerintah. Menurut Yuniadi, ribuan unit dipesan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan DAMRI untuk angkutan di seluruh Indonesia dan PPD untuk angkutan di Jakarta. “Ya, pemerintah memang pengguna Mercedes-Benz terbesar. Tak hanya di tahun 1970-an, saat-saat penting seperti KTT Non-blok kami juga ikut menyiapkan armadanya,” kata Yuniadi mengenang

Dalam catatan sejarah transportasi kota Jakarta, perkembangan sistem transportasi yang tertata dimulai di tahun 1960-an. Saat itu pemerintah Indonesia mendapat bantuan dari USAID untuk pengadaan bus kota. Dalam periode ini dikenal generasi Dodge. Untuk Mercedes-Benz mulai masuk di tahun 1960-an akhir. Sampai akhirnya kerjasama pemerintah Indonesia dan Jerman menyepakati bantuan pengadaan bus di pertengahan tahun 1970-an. Dan tahun 1979 di Wanaherang German Motor Manufacturing berdiri dan memproduksi bus secara utuh.wajah ceriaDalam REUNI BUS KLASIK ini, tidak hanya sejarah, contoh bus-bus yang terawat apik, tetapi juga ada kesenangan. “Iya pak, mungkin baru kali ini kru bus ikutan acara khusus untuk bus. Maklum pak jarang ada yang memperhatikan bus kami,” ujar Ngadimun salah seorang kru bus yang bangga busnya ikut serta.

Pendapat yang sama juga diutarakan Dian Hadi. Pemilik bus Safari ex Taman Mini ini, bahkan rela mengemudikan busnya sendiri saat konvoi. “Kalau konvoi mobil saya sering ikut. Konvoi bus ya baru kali ini....karena memang baru pertama kali ada,” kata dia. (naskah amf - editing wm)

Salam satu jiwa !!!
 
Online Status
Polls
Apa yang menarik dari LEGACY produk terbaru dari karoseri Laksana